MASALAH LINGKUNGAN SECARA GLOBAL
MAKALAH
Disusun guna memenuhi tugas kelompok mata kuliah
Pendidikan Lingkungan Hidup
Dosen Pengampu : Sri Sulistyorini
Oleh :
FERDINAN NAY TURU (1401511008) (3-1)
PUTRI MEISERI (1401511020) (3-2)
MAULIZA (1401511021) (3-3)
LUSIANI ROSINA PEGAN KEWAS (1401511026) (3-4)
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (S1)
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2012
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Masalah Iingkungan sudah ada sejak dahulu kala,
tetapi dampaknya yang lebih luas
mulai dirasakan pada dasawarsa 1950-an, akibat dari berkembangnya teknologi. Menurut Soeriaatmadja (1990), suatu
penemuan yang sangat besar dampaknya terhadap alam
pikiran manusia pada abad ke 20 ini ialah ketika manusia berhasil pertama
kalinya mengarungi angkasa kuar dengan pesawat
luar angkasa. Dari jendela pesawat para astronot
dapat melihat planet bumi kita yang dihuni oleh bermacam-macam makhluk hidup. Pandangan lama menganggap bahwa
manusia hidup di tengah-tengah berbagai benua
yang terhampar luas tanpa batas dan dipisahkan oleh samudra yang batasnya tak jelas. Sehingga dengan berhasilnya
manusia mengarungi angkasa luar, manusia juga dapat
mengamati kerusakan planet bumi dari atas bumi.
Kerusakan lingkungan juga mengakibatkan kerusakan
kehidupan, contohnya smog, asap
menyerupai kabut yang berasal dari buangan mobil dan pabrik yang kemudian bereaksi dengan matahari, akan menganggu
kesehatan (sistem pernafasan). Juga pengaruh
logam berat air raksa (Hg) yang menyebabkan penyakit Minamata serta Iimbah logam kadmium (Cd) yang menyebabkan
penyakit Itai-itai, keduanya di Jepang. Contoh di atas
telah menarik perhatian serius beberapa negara sejak mulai 1970-an. Tepatnya setelah diselenggarakan konferensi PBB
tentang Iingkungan hidup di Stockholm 5-11 Juni 1972.
Sehingga tanggal 5 Juni selain dijadikan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (The Environment Day), didirikan pula badan
PBB yang mengurus masalah lingkungan yaitu United Nation Environmental
Programme (UNEP). Perlu diketahui bahwa pada konferensi tersebut ikut serta perwakilan
Indonesia, yang sebelumnya telah mengadakan seminar tentang lingkungan hidup untuk pertama
kalinya di Indonesia 15-18 Mei 1972 (Soemarwoto,
1997). Beberapa hal pokok yang menyebabkan
timbulnya masalah lingkungan antara lain adalah
tingginya tingkat pertumbuhan penduduk, meningkatnya kualitas dan kuantitas limbah, adanya pencemaran lintas batas
negara.
B. Rumusan
Masalah
1.
Apa
yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim (pemanasan global) ?
2.
Mengapa
terjadinya penipisan lapisan ozon ?
3.
Apa
efek rumah kaca ?
4.
Apa
itu hujan asam ?
C. Tujuan
1.
Menjelaskan
terjadinya perubahan iklim.
2.
Menjelaskan
terjadinya penipisan lapisan ozon.
3.
Menjelaskan
efek rumah kaca.
4.
Menjelaskan
tentang hujan asam?
BAB II
PEMBAHASAN
Masalah Lingkungan Secara Global
Masalah lingkungan saat ini menjadi salah satu isu
yang paling sering dibahas baik
oleh pemerintah, peneliti maupun badan organisasi
di level internasional maupun lokal. Beberapa masalah
lingkungan global antara lain:
1. Perubahan
Iklim (Pemanasan Global)
Iklim bumi telah berganti beberapa kali sepanjang
sejarah sampai saat ini, terentang
mulai jaman es sampai periode-periode panjang bumi menjadi hangat dan es mencair. Berdasarkan sejarah,
faktor-faktor alam seperti erupsi vulkanik, perubahan orbit bumi, dan jumlah energi yang dilepaskan
oleh matahari dapat mempengaruhi iklim bumi.
Sejak akhir abad 18, aktivitas manusia yang berhubungan
dengan revolusi industri juga telah
mengubah komposisi atmosfer sehingga mempengaruhi iklim bumi. Menurut United Nations Framework
Convention on Climate Change (UNFCC), perubahan
iklim adalah perubahan yang disebabkan oleh aktivitas manusia baik secara langsung maupun tidak langsung yang
mengubah komposisi atmosfer secara global dan mengakibatkan
perubahan variasi iklim yang dapat diamati dan
dibandingkan selama kurun
waktu tertentu. Perubahan
iklim telah menjadi masalah yang sering diteliti oleh para ahli. Masalah perubahan iklim ini muncul bersama
krisis ekonomi, kesehatan dan keselamatan, produksi
pangan, keamanan dan dimensi-dimensi yang lain. Perubahan pola iklim, sebagai misal, mengancam produksi pangan
melalui meningkatnya curah hujan yang tidak
normal, meningkatnya permukaan air laut mengkontaminasi persediaan air tawar di pesisir dan meningkatnya resiko bencana
banjir, dan menghangatnya atmosfer juga membuat
penyebaran hama dan penyakit tropis ke daerah lain.
Beberapa efek lain dari perubahan iklim antara lain:
a. Meningkatnya
suhu bumi. Rata-rata kenaikan suhu global sekitar 0,74o C selama abad 20 ini.
b. Kenaikan
selama 50 tahun terakhir ini hampir 2 kali lebih tinggi dibanding 100 tahun sebelumnya.
c. Terdapat
karbon dioksida lebih banyak di atmosfer. Karbon dioksida adalah penyumbang utama terjadinya perubahan
iklim.
d. Banyak
curah hujan dan banyak terjadi kekeringan.
e. Terjadi
curah hujan yang lebih tinggi
pada daerah timur Amerika Utara dan Amerika Selatan,
Eropa Utara, Asia Utara
dan Asia Tengah selama dekade belakangan ini. Tetapi di Mediterania, Afrika Selatan dan sebagian Asia Selatan
mengalami kekeringan.
f. Kenaikan
permukaan air laut. Total kenaikan permukaan air laut selama abad 20 sekitar 0,74
meter dan ini jauh lebih besar dibandingkan
kenaikan selama 2000 tahun sebelumnya.
g. Berkurangnya
lapisan es, terutama pada musim panas.
2. Penipisan
Lapisan Ozon
Lapisan ozon adalah lapisan konsentrasi molekul ozon
yang terdapat di stratosfer. Ozon
adalah senyawa kimia yang terdiri dan 3 atom oksigen (O3). Sekitar 90% dari
ozon yang ada di bumi terdapat di lapisan
ozon. Di lapisan atmosfer (dekat permukaan bumi) ozon
dapat mengganggu kesehatan, tetapi di lapisan stratosfer ozon akan melindungi mahluk hidup dan sinar ultra violet yang
dipancarkan oleh matahari. Berlubangnya lapisan ozon
mengakibatkan semakin banyak radiasi yang mencapai permukaan bumi. Untuk manusia, paparan sinar UV yang
berlebihan dapat mengakibatkan kanker kulit, katarak, dan memperlemah sistem kekebalan tubuh.
Peningkatan radiasi UV juga mengakibatkan berkurangnya
hasil panen dan gangguan pada rantai makanan di laut. Berlubangnya lapisan ozon sebagian besar
disebabkan oleh CFC (Chlorofluorocarbons),
HCFC (Hydrochlorofluorocarbons), HFC (Hydrofluorocarbons), dan PFC (Perfluorocarbon). Gas-gas ini
biasanya digunakan pada AC dan lemari es, emisi dari
industri energi, semen, pulp dan kertas. Peristiwa berlubangnya ozon karena CFC melalui urutan sebagai berikut: CFC
terlepas dari sumber dan naik ke stratosfer, sinar matahari memecah CFC sehingga menjadi
atom klorin yang kemudian menjadi penyebab rusaknya
lapisan ozon.
3.
Efek Rumah Kaca
Gambar 3.1. Efek Rumah Kaca. Sumber: Assessment
Report of Intergovernmental Panel on Climate Change, UNEP dan
WMO, Cambridge University Press, 1996
Selain penipisan ozon, masih banyak lagi ancaman
Iingkungan yang dapat mempengaruhi kehidupan kita, yaitu adanya gas
pencemar (polutan) yang menyebabkan efek
rumah kaca (ERK). Gas-gas pencemar akan melapisi bumi sehingga sinar matahari yang berhasil menerobos, panasnya akan
tertahan tidak dapat lepas kembali ke atmosfer bebas.
Fenomena ini menyerupai efek rumah kaca (green house effect), suhu dalam rumah kaca lebih tinggi karena panasnya
tidak dapat menembus kaca. Sebenarnya bila bumi
ini tidak ada gas polutan yang membentuk gas rumah kaca (GRK) seperti CO, Ca2, metana, maka suhu rata-rata permukaan
bumi hanya -18°C suhu yang dingin bagi kehidupan
mahluk hidup. Tetapi dengan meningkatnya kadar GRK akan meningkat pula ERK (efek rumah kaca) sehingga suhu
permukaan bumi akan naik pula, sehingga menyebabkan
pemanasan global.
4. Hujan
Asam
Gambar
3.2. Sumber dan Terbentuknya Hujan Asam. Sumber: www.epa.gov
Hujan asam adalah istilah yang secara luas digunakan
untuk campuran materi asam
nitrit dan asam sulfit baik secara basah dan kering dari atmosfer melebihi
jumlah normal. Penyebab atau unsur kimia
pembentuk dari hujan asam berasal dari sumber-sumber alami
seperti kegiatan vulkanik dan vegetasi yang terurai, maupun yang diakibatkan oleh aktivitas manusia, yang
terutama berasal dari sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen
oksida (NOx) berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. Unsur-unsur kimia asam dapat berupa
hujan yang mengandung asam, fog (kabut asap),
dan salju. Jika unsur-unsur asam di udara tertiup angin dimana kondisi cuaca lembab, unsur kimia tersebut akan jatuh
ke tanah dalam bentuk hujan, salju, fog, atau kabut.
Setelah jatuh ke bawah dan mengalir akan mempengaruhi bermacam-macam tanaman dan hewan.
Pada area dengan cuaca kering, unsur kimia asam
dapat berupa debu atau asap dan
jatuh ke tanah dalam bentuk deposisi kering, menempel ke tanah, gedung, rumah, mobil dan pepohonan. Partikel gas dan
padat bersifat asam ini dapat terbilas air hujan dan
jatuh sebagai air limpasan yang mengandung asam. Sekitar separuh dari keasaman di atmosfer turun ke tanah dalam bentuk
deposisi kering.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kelalaian
sebagian manusia hingga hari ini berakibat pada kondisi alam yang semakin
memburuk sebagai contohnya pemanasan global, efek rumah kaca dan
lubang ozon sehingga suhu bumi saat ini tidak stabil.
Maka dari
itu perlulah kita mengambil beberapa langkah untuk mengurangi dampak isu negatif alam global
diantaranya:
1.
Batasi emisi bahan karbon dioksida
2.
Menanam
pohon lebih banyak
3.
Daur ulang
dan gunakan ulang
4.
Gunakan alat
transportasi alternatif untuk mengurangi emisi karbon
B.
Saran
“ apa yang kita perbuat hari ini merupakan cerminan apa yang akan kita hari
esok”. Mulailah berbenah bumi yang menjadi
tempat hunian kita. Demi keberlangsungan
hidup kita hari ini dan kelak. Selamatkan bumi tercinta kitabukan dengan kata
tapi denganaksi yang nyata.
tim penyusun.2009.Pendidikan
Lingkungan Hidup. Semarang